Aturan PPKM Darurat di Bali

0 Comments

Isu PPKM Darurat Diperpanjang, "PPKM 6" Trending Topic di Twitter

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali sudah diberlakukan dari tanggal 3-20 Juli 2021. Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada hari Kamis (1/7/21) tentang kebijakan yang bertujuan memutus rantai penularan Covid-19. Presiden Jokowi mengatakan PPKM Darurat akan membatasi aktivitas masyarakat secara lebih ketat dari aturan-aturan sebelumnya. Presiden Jokowi telah menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves)Sebagai koordinator pelaksana kebijakan ini. Untuk saat ini berita Bali memiliki aturan-aturan yang diberlakukan pada masa PPKM Darurat seperti uang disebutkan Luhut, penjelasannya secara rinci adalah sebagai berikut :

1. Perkantoran di sektor non-esensial wajib menerapkan 100%Work From Home(WFH) atau bekerja dari rumah.

2. Untuk sektor Esensial, karyawan yang boleh Work From Office(WFO) maksimal 50% dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sektor Esensial ini mencakup bidang keuangan dan perbankan, pasar modal, siaitem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan Covid-19, dan industri orientasi ekspor

3. Untuk sektor kritikal, karyawan diperbolehkan Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sektor kritikal ini mencakup bidang energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek

Vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, kontruksi utilitas dasar, dan industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

4. Kegiatan belajar mengajar wajib online atau daring.

5. Jam operasional Supermarket, pasar tradisional, kelontong, dan pasar swalayan dibatasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.

6. Jam operasional toko obat dan apotek diperbolehkan 24 jam

7. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara.

8. Restoran, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, yang berada di lokasi tersendiri maupun di pusat perbelanjaan, hanya boleh menyediakan layanan antar atau take away, serta dilarang menerima makan di tempat.

9. Kegiatan konstruksi di tempat konstruksi di lokasi proyek boleh beroperasi 100% dengan protokol kesehatan ketat.

10. Tempat Ibadah yakni masjid, mushala, gereja,pura, vihara, kelenteng dan tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara.

11. Fasilitas umum yang mencakup area publik, taman umum, tempat wisata atau area publik lainnya di tutup.

12. Kegiatan seni/budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, olahraga dan kegiatan sosial) ditutup sementara.

13. Penumpang kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, serta kendaraan sewa dibatasi hingga 70% dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

14. Resepsi pernikahan maksimal dihadiri 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tidak menyiapkan makan di tempat resepsi. penyediaan makanan hanya boleh dalam tempat tertutup untuk dibawa pulang.

15. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi jarak jauh(pesawat, bus, kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama serta tes PCR H-2 untuk pesawat dan antigen H-1 untuk transportasi jarak jauh lainnya.

16. Masker tetap dipakai saat kegiatan di luar rumah. Tidak diijinkan memakai face Shield tanpa memakai masker.

Itulah aturan-aturan yang diberlakukan selama PPKM Darurat di Jawa-Bali dengan tujuan memutus mata rantai penularan Covid-19 yang semakin meningkat akhir-akhir ini. Kasus harian positif Covid-19 menyentuh angka 505 kasus dalam sehari.

Data menunjukkan per tanggal 7/7/21 secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali mencapai 52.828 orang. Adapun, jumlah pasien semuanya 48.239 orang(91.31%), meninggal dunia 1.605 orang(3,04%), dan kasus aktif sebanyak 2.984 orang(5,65%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *