Mengapa Vaksin Rotavirus Harus Diberikan Kepada Balita? Yuk, Kita Cari Tahu

0 Comments

Rotavirus Penyebab Diare pada Bayi, Benarkah?

Meski tidak diwajibkan, namun balita dianjurkan untuk melengkapi imunisasinya dengan vaksinasi rotavirus di klinik vaksin atau di rumah sakit. Mengapa demikian? Pasalnya, vaksin rotavirus ini merupakan jenis vaksin khusus anak untuk mencegahnya dari penyakit diare berat yang bisa mengancam keselamatan anak. Pada umumnya, jenis vaksin rotavirus ini berupa cairan yang akan diteteskan pada pasien. 

Di Indonesia, vaksin tersebut bukan termasuk vaksin subsidi pemerintah sehingga kita harus membelinya dengan uang pribadi. Menurut informasi yang didapat, harga satu vaksin rotavirus ini tergantung dari merk. Namun, rata-rata harganya dimulai dari Rp 400 ribuan per vaksin. 

Jenis Vaksin Rotavirus

Terdapat dua jenis vaksin rotavirus yang tersedia di Indonesia, yakni rotateq dan rotarix. Mengenai perbedaannya, rotate memiliki 5 strain rotavirus (pentavalen) sedangkan rotarix hanya berisi 1 strain rotavirus (monovalen). Jika kita memilih vaksin rotateq, maka pemberian imunisasinya harus dilakukan sebanyak 3 kali. Ya, pemberian pertama dilakukan ketika bayi berusia 6 – 14 minggu, pemberian kedua pada jeda 4 – 8 minggu, dan pemberian ketiga diberikan dosis maksimal saat anak menginjak usia 8 bulan. 

Apabila kita memilih vaksin rotarix, maka imunasi vaksinnya hanya dilakukan sebanyak 2 kali saja. Dosis pertama akan diberikan saat si kecil berusia 10 minggu, sedangkan dosis kedua akan diberikan pada usia 14 minggu atau sebelum bayi genap berusia 6 bulan. Seandainya si kecil belum mendapatkan imunisasi rotavirus di usia lebih dari 6 bulan (untuk rotarix) dan usia 8 bulan (untuk rotateq), maka pemberian vaksin tersebut tidak perlu dilakukan. Mengapa demikian? Soalnya, hingga sekarang belum ada studiyang menyebutkan bahwa bayi di atas umur tersebut masih memerlukan proteksi dari vaksin rotavirus. 

Tak hanya itu, pemberian vaksin rotavirus juga harus dilakukan melalui mulut sehingga bayi diusia tersebut akan langsung memuntahkannya. Apabila hal itu terjadi, tentu petugas medis harus mengulang pemberian vaksin. 

Banyak yang beranggapan bahwa vaksin rotavirus itu tidak aman untuk bayi. Padahal, vaksin rotavirus sangat aman untuk bayi lho. Kendati demikian, ada sebagian anak yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) setelah dilakukan vaksinasi ritavirus. Biasanya, masalah KIPI ini akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 3 hingga 4 hari. Apabila gejalanya belum hilang selama kurun waktu tersebut, sebaiknya kita periksakan si kecil ke dokter terdekat. 

Apa Jadinya Jika Bayi Tidak Mendapatkan Vaksin Rotavirus?

Pada dasarnya, diare masih menjadi momok yang menakutkan bagi balita dan anak-anak yang hidup di Negara berkembang seperti Indonesia. Seperti yang dilansir dari data Kemenkes (Kementrian Kesehatan), pada 2017 lalu telah tercatat 21 kasus diare di 12 provinsi dengan jumlah penderita yang mencapai 1.725 orang, dimana 1,9% telah meninggal dunia. 

Penyakit diare itu sendiri disebabkan oleh rotavirus yang bersifat menular karena faktor lingkungan yang tidak bersih. Saat bayi terinfeksi rotavirus, maka ia akan mengalami beragam gejala seperti demam, pusing, muntah, kram perut, hingga diare dengan intens tinggi. Umumnya, gejala tersebut akan berlangsung selama 8 hari. Apabila dibiarkan, maka si penderita akan mengalami dehidrasi yang berakhir dengan kematian. 

Pemerintah pun sangat memahami urgensi imunisasi rotavirus di Indonesia, dan mengupayakan agar vaksin rotavirus dapat masuk ke dalam program imunisasi subsidi sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan vaksin tersebut. 

Memilih Tempat Vaksin Rotavirus

Bagi anda yang sedang mencari vaksin surabaya, anda bisa mencari di halodoc. Dapatkan vaksin secara mudah, cukup dengan mengunjungi situs atau aplikasi halodoc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *