Pekerjaan Rumah yang Wajib Diperhatikan Oleh Timnas Indonesia U-20

0 Comments

Seperti yang kita ketahui jika Timnas Indonesia U-20 ini baru saja bermain melawan Moldova di Turki dan bermain dengan imbang tanpa ada gol. Tampil dengan mayoritas para pemain pelapis, Timnas Indonesia ini cukup banyak di tekan oleh tim lawan di babak yang pertama. Timnas Indonesia U 20 ini baru bisa memberikan tekanan balik di babak kedua, setelah terjadi pergantian pemain. Walaupun begitu masih saja tidak ada gol yang tercipta di dalam pertandingan. Pada informasi sepak bola nasional  ini mari kita bahas beberapa pekerjaan rumah untuk Timnas muda ini.

  • Sering Tackling Berbahaya

Para pemain sepak bola nasional ini memang masih muda, walaupun tidak sering tapi mereka ini beberapa kali melakukan tackling keras yang cukup berbahaya kepada lawan. Hal ini memperlihatkan mentalitas dari pemain yang tidak bisa tenang. Salah satu tackling yang cukup berbahaya ini di lakukan oleh Frezy Al Hudaifi di menit ke 14. Dalam sebuah duel dengan lawan pemain 18 tahun ini mengangkat kakinya ini terlalu tinggi ketika sedang menyapu bola. Hal ini tentu saja bisa membahayakan untuk Timnas Indonesia U 20. Jika sedang melawan tim yang jauh lebih cerdik ini bisa dimanfaatkan untuk mencari sebuah keuntungan berupa kartu merah dan juga tendangan bola mati.

  • Sulit Bongkar Pertahanan

Dengan menerapkan formasi 4-3-3 lini tengah dari Tinmas Indonesia U 20 ini sulit untuk mengembangkan permainan. Kerja sama dari Frezy, Alfriyanto Nico, dan Achmad Maulana, belum sepadan jika dibandingan dengan 3 orang gelandang utama. Tiga pemain tersebut adalah Arkhan Fikri, Zanadin Fariz, dan Marselino Ferdinan. Ketika Marselino ini masuk di babak kedua lini serang ini jadi lebih hidup dengan umpan- umpan yang dia berikan.

  • Sentuhan Pertama Mubazir

Lalu PR yang paling mendasar dan cukup sering dijadikan masalah utana dari pemain ini adalah sentuhan bola pertama setelah mendapatkan umpan. Sering sekali sentuhan dari pemain ini menjadi mubazir dan tidak berguna. Sentuhan yang tidak pas dan juga baik ini tentu saja akan mempengaruhi arah dari bola dan juga pergerakan dari lawan. Salah satunya adalah bola umpan tersebut menjadi santapan bagi lawan dan bisa menjadi peluang yang berbahaya. Sang pelatih juga sudah mengakui jika para pemain Timnas U 20 ini masih sering melakukan kesalah elementer ini.

  • Pertahanan Masih Lapuk

Sudah tidak bisa untuk membongkar pertahanan dari lawan kemudian lini pertahanannya ini juga kurang solid. Kinerja dari Frenky Missa, Barnabas Sobor, Marcel Januar, dan Kakang Rudianto ini memang belum terlihat kompak. Tapi hal ini masih bisa dimengerti karena pemain ini memang baru pertamaa kali di tampilkan secara bersamaan di laga ini. Mereka ini masih membutuhkan waktu untuk bisa menyatu dengan baik. Jika para pemain ini tidak kunjung memperlihatkan performa yang baik dalam pertahanan, bisa jadi tim bisa tersisih. Jika sudah nanti hanya akan ada 23-26 orang pemain yang ikut di bawa ke Piala Asia U-20 2023.

  • Sentuhan Penyelesaian Akhir

Pemain di lini depan Indonesia U 20 ini juga belum terlalu klinis. Peluang demi peluang yang tercipta ini tidak bisa menghasilkan gol. Pemain ini masih merasa bingung saat sedang ada di zona lawan. Menghadapi lawan yang bermain dengan pressing ketat ini tidak terlali bisa berkutik, pergerakan mereka ini bisa dengan mudah diantisipasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.